Wednesday, October 12, 2011

Doa Iblis Suatu Malam

waktu SLTP saya suka banget membuat dan membaca puisi, ada satu puisi yg membuat saya merasa miris sekali yaitu Doa Iblis Suatu Malam Karya Agus R. Sardjono (Horizon, 2001). Berikut puisinya. semoga menjadi renungan kita semua


Doa Iblis Suatu malam

Agus R. Sardjono – Horizon, 2001

Sesungguhnya tak pernah aku

bertuhankan selain Engkau,

wahai Yang Maha Tinggi dan Maha Meliputi

seperti malaikat dan seluruh semesta raya

kamipun bertasbih kepadaMu saja

hanya kami tak rela pada manusia

lumpur brengsek yang Kau bikin jadi mulia

hanya karena mengenal bahasaa

dan nama-nama. Lihatlah

mereka tak putus-putus berkata-kata

dan berbuah sengketa. Mereka kenali

nama-nama segala benda

lalu mereka rusakkan. Kau kenalkan

mereka dengan dzat Mu, tapi begitu lekas mereka lupakan

Kau izinkan aku untuk menggoda mereka

agar berpaling dari-Mu

dan berbuat kerusakkan, namun belum sempat

kami membujuk, makhluk tak tahu diuntung

itu sudah menjerambabkan diri

ke lumpur, pada martabat mereka yang azali

Baru saja kami bujuk Hawa, maka Adam,

dan istrinya terusir dan terhina. Kemudian

namun, lihatlah, baru satu keturunan,

dan mereka telah belajar membunuh

dan menganiaya. Kemana pergi

lumpur yang hina

jika bukan ke asalnya.

Tak pernah kami menyembah yang lain

selain Engkau. Tak pernah kami kecut hati

dan takut selain kepada Engkau.

Dan sekali saja kami menolak perintah Mu

untuk memuliakan makhluk berengsek

dan tak tahu malu itu, betapa sungguh

besar dan tak tertahankan murka Mu

maka lihatlah! Berpuluh kali manusia

barang rongsokkan dan hina dina

menolak dan meremehkan perintah Mu

riuh berlomba mengasyiki larangan-larangan Mu.

Wahai Gusti, sekali saja kami ingkar

Pada Mu, Kau hinakan kami

Kau janjikan sepedih-pedih siksaan

jadi bakaran di neraka siang dan malam.

Maka bukankah manusia

adalah neraka itu sendiri, Tuhanku, lihatlah!

Kami bujuk mereka menjauh dari Mu

sepuluh langkah dan mereka berpacu

menjauhi Mu berlaksa depa. Kami bujuk mereka

untuk berzina dengan tetangga

dan mereka zinahi anak dan ibunya sendiri.

Kami ajak mereka membenci temannya, Wahai!

Mereka bakar dan perkosa saudara-saudara mereka

mereka bunuh dan aniaya semua yang tak berdaya

dan ketika kubisikkan pada penguasa-penguasa mereka

untuk mengutip sedikit harta mereka, mereka rampas

semua harta dari hidup rakyatnya. Tidakkah

sudah kukatakan sejak mula

tak pantas lumpur kotor itu Kau angkat

menjadi wakil Mu di dunia. Baiklah,

kami akui rasul-rasul Mu

yang bikin kami tak berdaya

di hadapan kepenuhan mereka sebagai manusia

yang mulia. Namun setelah Kau suguhi

hidangan langit, setelah Kau belahkan lautan

dan Kau bebaskan dari perbudakkan

dan sakit, lihatlah!

baru sejenak saja Musa meninggalkan kaumnya

mereka sudah kembali menyembah sapi

yang mereka buat sendiri dari samudera

ketololan mereka yang tak bertepi.

Masih beratus abad, kita akan disuguhi

Segala kekonyolan yang memuakkan ini.

O

Maka bandingkan pengingkaran kami

yang cuma sekali atas perintah Mu

untuk menghinakan diri

di hadapan lumpur berengsek ini

dengan pengingkaran yang mereka lakukan

sendiri terhadap Engkau Yang Maha Tinggi.

Bandingkan pula kengkuhan kami

dengan kesombongan makhluk gerabah

yang tak bermalu di hadapan Mu, gegabah

dan sok tahu, bermartabat hamba

dan hina dina. Bukankah telah Kau angkat

Rasul dan orang-orang mulia dari golongan mereka

Dan mereka bunuh serta hinakan. Kau beri

ajaran dan mereka remehkan. Kami akui

kami membujuk mereka dengan sepenuh hati-hati

berabad-abad tak henti-henti. Tapi tak sepadan

bujukkan kami dengan yang mereka lakukan

atas kehendak mereka sendiri. Setidaknya

kami mengakui Engkau Yang Maha Tinggi

sedang berjuta mereka sungguh-sungguh tak peduli.

Menolak ada Mu, maka tunggu apa lagi

tidakkah sepatutnya diakhiri saja

semua kemuakkan yang ada

dari segala perilaku busuk manusia.

Satu pinta kami, Wahai Pencipta Semesta Raya

janganlah Kau istimewakan mereka

dengan kasih sayang Mu

yang lebih luas dari murka Mu.

Murkailah mereka seperti murka Mu

pada kami yang ingkar

cuma satu kali saja.

Amin

2 comments:

  1. LAKNATULLOH ITU...YAAA....ORANG TERHINNA, ORANG TERHINA...YAAA...YG PALING HINNNA LAH...

    ReplyDelete
  2. cari mp3nya ga ketemu2
    dulu pernah punya rekaman
    kalo tau kasih info downloadnya yah

    ReplyDelete