Doa Iblis Suatu malam
Agus R. Sardjono – Horizon, 2001
Sesungguhnya tak pernah aku
bertuhankan selain Engkau,
wahai Yang Maha Tinggi dan Maha Meliputi
seperti malaikat dan seluruh semesta raya
kamipun bertasbih kepadaMu saja
hanya kami tak rela pada manusia
lumpur brengsek yang Kau bikin jadi mulia
hanya karena mengenal bahasaa
dan nama-nama. Lihatlah
mereka tak putus-putus berkata-kata
dan berbuah sengketa. Mereka kenali
nama-nama segala benda
lalu mereka rusakkan. Kau kenalkan
mereka dengan dzat Mu, tapi begitu lekas mereka lupakan
Kau izinkan aku untuk menggoda mereka
agar berpaling dari-Mu
dan berbuat kerusakkan, namun belum sempat
kami membujuk, makhluk tak tahu diuntung
itu sudah menjerambabkan diri
ke lumpur, pada martabat mereka yang azali
Baru saja kami bujuk Hawa, maka Adam,
dan istrinya terusir dan terhina. Kemudian
namun, lihatlah, baru satu keturunan,
dan mereka telah belajar membunuh
dan menganiaya. Kemana pergi
lumpur yang hina
jika bukan ke asalnya.
Tak pernah kami menyembah yang lain
selain Engkau. Tak pernah kami kecut hati
dan takut selain kepada Engkau.
Dan sekali saja kami menolak perintah Mu
untuk memuliakan makhluk berengsek
dan tak tahu malu itu, betapa sungguh
besar dan tak tertahankan murka Mu
maka lihatlah! Berpuluh kali manusia
barang rongsokkan dan hina dina
menolak dan meremehkan perintah Mu
riuh berlomba mengasyiki larangan-larangan Mu.
Wahai Gusti, sekali saja kami ingkar
Pada Mu, Kau hinakan kami
Kau janjikan sepedih-pedih siksaan
jadi bakaran di neraka siang dan malam.
Maka bukankah manusia
adalah neraka itu sendiri, Tuhanku, lihatlah!
Kami bujuk mereka menjauh dari Mu
sepuluh langkah dan mereka berpacu
menjauhi Mu berlaksa depa. Kami bujuk mereka
untuk berzina dengan tetangga
dan mereka zinahi anak dan ibunya sendiri.
Kami ajak mereka membenci temannya, Wahai!
Mereka bakar dan perkosa saudara-saudara mereka
mereka bunuh dan aniaya semua yang tak berdaya
dan ketika kubisikkan pada penguasa-penguasa mereka
untuk mengutip sedikit harta mereka, mereka rampas
semua harta dari hidup rakyatnya. Tidakkah
sudah kukatakan sejak mula
tak pantas lumpur kotor itu Kau angkat
menjadi wakil Mu di dunia. Baiklah,
kami akui rasul-rasul Mu
yang bikin kami tak berdaya
di hadapan kepenuhan mereka sebagai manusia
yang mulia. Namun setelah Kau suguhi
hidangan langit, setelah Kau belahkan lautan
dan Kau bebaskan dari perbudakkan
dan sakit, lihatlah!
baru sejenak saja Musa meninggalkan kaumnya
mereka sudah kembali menyembah sapi
yang mereka buat sendiri dari samudera
ketololan mereka yang tak bertepi.
Masih beratus abad, kita akan disuguhi
Segala kekonyolan yang memuakkan ini.
O
Maka bandingkan pengingkaran kami
yang cuma sekali atas perintah Mu
untuk menghinakan diri
di hadapan lumpur berengsek ini
dengan pengingkaran yang mereka lakukan
sendiri terhadap Engkau Yang Maha Tinggi.
Bandingkan pula kengkuhan kami
dengan kesombongan makhluk gerabah
yang tak bermalu di hadapan Mu, gegabah
dan sok tahu, bermartabat hamba
dan hina dina. Bukankah telah Kau angkat
Rasul dan orang-orang mulia dari golongan mereka
Dan mereka bunuh serta hinakan. Kau beri
ajaran dan mereka remehkan. Kami akui
kami membujuk mereka dengan sepenuh hati-hati
berabad-abad tak henti-henti. Tapi tak sepadan
bujukkan kami dengan yang mereka lakukan
atas kehendak mereka sendiri. Setidaknya
kami mengakui Engkau Yang Maha Tinggi
sedang berjuta mereka sungguh-sungguh tak peduli.
Menolak ada Mu, maka tunggu apa lagi
tidakkah sepatutnya diakhiri saja
semua kemuakkan yang ada
dari segala perilaku busuk manusia.
Satu pinta kami, Wahai Pencipta Semesta Raya
janganlah Kau istimewakan mereka
dengan kasih sayang Mu
yang lebih luas dari murka Mu.
Murkailah mereka seperti murka Mu
pada kami yang ingkar
cuma satu kali saja.
Amin
LAKNATULLOH ITU...YAAA....ORANG TERHINNA, ORANG TERHINA...YAAA...YG PALING HINNNA LAH...
ReplyDeletecari mp3nya ga ketemu2
ReplyDeletedulu pernah punya rekaman
kalo tau kasih info downloadnya yah